Perempuan berusia di atas empat puluh lima tahun merupakan kelompok yang tumbuh paling cepat di angkatan kerja, dan sebagian besar dari mereka akan mengalami menopause selama masih bekerja. Namun topik ini hampir tidak pernah muncul dalam kebijakan perusahaan.
Gejalanya beragam: gangguan tidur, semburan panas, kesulitan berkonsentrasi. Bagi sebagian orang dampaknya ringan, bagi yang lain cukup mengganggu pekerjaan — tetapi hampir semuanya memilih diam karena takut dianggap tidak lagi mampu.
Beberapa perusahaan di negara lain mulai menerapkan penyesuaian sederhana: akses ke ruangan sejuk, jam kerja yang sedikit lentur, dan atasan yang terlatih untuk membicarakannya tanpa canggung. Biayanya kecil, dampaknya besar.
Menormalkan percakapan ini bukan soal perlakuan istimewa. Ini soal mengakui bahwa tubuh pekerja berubah, dan tempat kerja yang baik menyesuaikan diri dengan kenyataan itu.
Terima kasih liputannya, ini isu yang jarang dibahas.
Semoga ada tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Bagian tentang data memang paling penting di sini.
Saya mengalami hal serupa di tempat kerja saya.
Menarik, tapi rasanya perlu perspektif dari daerah lain juga.
Apakah ada nomor layanan pengaduan yang bisa dihubungi?