Ibu tunggal sering digambarkan sebagai pahlawan — kuat, tahan banting, tidak pernah mengeluh. Citra itu terdengar memuji, tetapi diam-diam menutup pintu: kalau kamu kuat, berarti kamu tidak butuh bantuan, dan kalau kamu mengeluh, berarti kamu tidak bersyukur.
Penelitian tentang kesehatan mental menunjukkan bahwa kelompok ini menghadapi risiko depresi dan kecemasan yang lebih tinggi, bukan karena statusnya, tetapi karena beban pengasuhan dan penghasilan yang ditanggung sendirian tanpa jaring pengaman.
Yang membantu bukan nasihat untuk lebih ikhlas, melainkan hal-hal praktis: layanan penitipan anak yang terjangkau, jam kerja yang sedikit lentur, dan seseorang yang bersedia mengambil alih sebentar tanpa diminta.
Mengakui bahwa mereka butuh dukungan bukan berarti menganggap mereka lemah. Justru sebaliknya — menghargai bahwa yang mereka kerjakan selama ini memang berat.
Terima kasih liputannya, ini isu yang jarang dibahas.
Semoga ada tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Bagian tentang data memang paling penting di sini.
Saya mengalami hal serupa di tempat kerja saya.
Menarik, tapi rasanya perlu perspektif dari daerah lain juga.
Apakah ada nomor layanan pengaduan yang bisa dihubungi?
Laporan seperti ini yang saya tunggu-tunggu.
Terima kasih sudah mengangkat pengalaman korban dengan hati-hati.
Terima kasih liputannya, ini isu yang jarang dibahas.
Semoga ada tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Bagian tentang data memang paling penting di sini.
Saya mengalami hal serupa di tempat kerja saya.
Menarik, tapi rasanya perlu perspektif dari daerah lain juga.
Apakah ada nomor layanan pengaduan yang bisa dihubungi?
Laporan seperti ini yang saya tunggu-tunggu.
Terima kasih sudah mengangkat pengalaman korban dengan hati-hati.
Terima kasih liputannya, ini isu yang jarang dibahas.