Kalau seluruh pekerjaan memasak, membersihkan, merawat anak, dan mendampingi orang tua dihitung dengan upah pasar, nilainya melebihi banyak sektor industri formal. Tetapi pekerjaan itu tidak masuk dalam produk domestik bruto, dan karena itu tidak masuk pula dalam perhitungan kebijakan.
Akibatnya bukan sekadar statistik yang tidak lengkap. Karena kerja ini dianggap bukan pekerjaan, tidak ada yang perlu disubsidi, tidak ada yang perlu diatur jamnya, dan tidak ada yang perlu dijamin hari tuanya. Beban itu jatuh seluruhnya ke rumah tangga, dan di dalam rumah tangga jatuh terutama ke perempuan.
Beberapa negara sudah mulai menghitungnya sebagai satelit dalam neraca nasional. Hasilnya sering mengejutkan: nilai kerja perawatan tak berupah bisa setara sepuluh hingga tiga puluh persen dari produk domestik bruto.
Menghitungnya bukan sekadar latihan akademis. Angka itu yang membuat kebutuhan akan layanan penitipan anak, cuti pengasuhan, dan jaminan sosial bagi perawat keluarga berhenti menjadi permintaan dan mulai menjadi perhitungan anggaran.
Terima kasih liputannya, ini isu yang jarang dibahas.
Semoga ada tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Bagian tentang data memang paling penting di sini.
Saya mengalami hal serupa di tempat kerja saya.
Menarik, tapi rasanya perlu perspektif dari daerah lain juga.
Apakah ada nomor layanan pengaduan yang bisa dihubungi?
Laporan seperti ini yang saya tunggu-tunggu.
Terima kasih sudah mengangkat pengalaman korban dengan hati-hati.
Terima kasih liputannya, ini isu yang jarang dibahas.
Semoga ada tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Bagian tentang data memang paling penting di sini.
Saya mengalami hal serupa di tempat kerja saya.