Feminisme

Membongkar Mitos “Cari Perhatian”: Kenapa Korban Sering Baru Bersuara Bertahun-tahun Kemudian

Jeda panjang antara peristiwa dan pengakuan sering dipakai untuk meragukan kesaksian korban. Padahal dalam kajian psikologi, menunda bercerita adalah respons yang lazim, bukan tanda ketidakjujuran. Otak menekan ingatan traumatik justru sebagai mekanisme bertahan hidup.

Yang membuat korban akhirnya diam bukan hanya traumanya, tetapi juga pengalaman sebelumnya. Survei menunjukkan sebagian besar penyintas pernah mencoba bercerita kepada orang terdekat dan mendapat tanggapan yang menyalahkan mereka, sebelum akhirnya menutup diri.

Respon pertama itulah yang paling menentukan. Ketika seseorang yang pertama kali didatangi merespons dengan percaya dan tidak menuntut penjelasan, kemungkinan korban mencari bantuan lanjutan meningkat tajam.

Karena itu banyak pendamping kini melatih lingkaran terdekat — teman, keluarga, rekan kerja — sebelum melatih tenaga profesional. Perubahan besar dimulai dari percakapan di ruang tamu, bukan di ruang sidang.

20 Komentar

Tinggalkan komentar

Alamat email kamu tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.

© 2026 Perempuan. Seluruh hak cipta dilindungi.